Sebelumnya jangan lupa login ke database yang akan create settingan tersebut
dan jangan lupa centang settingan yang akan kita review seperti di bawah ini
Setelah selesai mari kita mulai me review mengatur pemasukan dan pengeluaran arus persediaan. persediaan disini bisa berupa produk ataupun bahan baku
biasanya hal seperti ini akan berhubungan dengan rantai manufaktur produk ataupun rantai bahan baku per produk
1. Push Flow / Arus Pemasukan
ini yang saya coba masukan ke database saya, sebenarnya saya belum begitu paham apa yang harus di masukan dengan lokasi dimana dan apa perbedaan antara source location dengan destinati location jadi pada intinya sepertinya kita harus membuat route atau jalur dulu untuk membuat sebuah push nya berikut ss nya
karena saya masih agak rancu dengan apa yang saya buat akhirnya saya memutuskan untuk googling agar lebih tau berikut hasil dari pencarian saya ( sumber : https://doc.odoo.com/v6.1/book/5/5_14_Stock/5_14_Stock_mvts.html#logistics-configuration-through-advanced-routes )
Jadi seperti yang saya sebutkan tadi kita harus membuat rute dulu untuk membuat sebuah path atau jalur push and pull contoh- contoh rute nya itu seperti
-Quality Control
- After Sales Service
-Supplier Returns
Kembali ke Push Flow, Push Flow itu biasanya berguna ketika suatu kedatangan produk tertentu kedalam lokasi yang telah di tentukan dan selalu di ikuti dengan pemindahan kelokasi lain stelah lokasi pertama selesai, terkecuali bila produk tersebut ada ketertundaan karena hal tertentu.
contoh yang di maksud adalah misalkan Produk A datang tentu dia akan masuk ke lokasi/ Route Quality Control untuk di cek kualitas nya layak atau tidak bila dia layak dia akan masuk ke lokasi atau route setelahnya baik itu ke Warehouse sebagai stok ataupun ke supplier return bila di anggap Produk tersebut tidak memenuhi kualitas.
Dan push flow ini harus berkaitan dengan route satu da lain nya karena agar terjadi pergerakan entah itu penambahan atau pengurangan persediaan.

2. Pull Flow
Sedangkan Pull Flow Berbeda dengan push flow. Pull Flow tidak harus berhubunga dengan lokasi atau route route yang ada.
seperti rantai pasok supply chain misal si A adalah supplier mengirim ke si B yaitu pendistributor lalu si B mengirim ke si C sebagai Outlet lalu Outlet mengirim ke Konsumen jadi ini tidak ada yang memakai invoice lebih seperti supply chain saja
berikut SS nya

Sekian dari saya, Tak Ada Gaading yang tak retak tak ada manusia yang sempurna maafkan kalau postingan saya ada unsur kek sok tau an itu semua semata mata karena saya masih belajar
Sekian, Terima Kasih
Selamat Malam


Tidak ada komentar:
Posting Komentar